MAKALAH DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI
PEMBUATAN NATA DE PINA
Oleh :
NAMA : SARI WAHYUNI
FITRI
NIM : C1061131008
ILMU DAN TEKNOLOGI
PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2014
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena rahmatnya sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini. Untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah
Dasar-Dasar Mikrobiologi yang diberikan oleh Bapak Drs. Inpurwanto, M.Si dalam
mata kuliahnya. Didalam makalah ini membahas mengenai proses pembuatan Nata de pina yang dibuat dari Nanas melalui proses fermentasi dengan menggunakan
starter Acetobacter xylinum yang
dibuat dari ampas nanas.
Jenis kapang yang berperan dalam
pembuatan oncom adalah kapang Acetobacter
xylinum. Dan saya menyampaikan terimakasih kepada Bapak Drs. Inpurwanto,
M.Si yang telah memberikan tugas makalah pembuatan produk fermentasi ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi saya sendiri dan orang lain yang membacanya.
Pontianak,
7 Juli 2014
Penulis
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Nanas adalah komoditi pertanian
yang memiliki masa simpan yang singkat. Di Indonesia nanas juga sangat mudah
ditemukan, harga yang ditawarkanpun sangat terjangkau. Akan tetapi banyak pula
masyarakat yang tidak peduli akan lingkungan dan pemanfaat produk pangan secara
optimal. Maka dari itu pengolahan lebih lanjut produk pangan sangat penting
untuk memperpanjang masa simpan serta mendapatkan mutu produk pangan yang baik.
Nanas selain bisa dibuat anekan
minuman dan makanan ternyata bisa dibuat seperti nata dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Melalui proses
fermentasi bakteri ini akan membentuk selulosa dengan cara memanfaatkan limbah
nanas yaitu ampas nanas yang ditambah dengan gula sebagai medium perkembangan
bakteri.
Dengan mengolah Nanas menjadi nata de pina maka akan meningkatkan
konsumsi aneka produk Nanas di masyarakat, bisa mengurangi limbah Nanas serta
memberikan manfaat bagi kesehatan konsumen.
1.2. Tujuan
Mengetahui
bagaimana cara pembuatan nata de pina dengan
memanfaatkan ampas nanas sebagai media pembuatan starter.
1.3. Manfaat
Kita
bisa mengetahui bagaimana cara pembuatan nata
de pina dengan memanfaatkan ampas nanas sebagai media pembuatan starter.
BAB 2 JENIS MIKROBA DALAM PEMBUATAN NATA DE PINA
Menurut Lapuz et al. (1967), bakteri
pertama-tama yang diduga sebagai pembentuk nata adalah Leuconostoc sp., tetapi kemudian diketahui bahwa bakteri yang
membentuk nata adalah Acetobacter
xylinum. Acetobacter xylinum merupakan bakteri berbentuk batang pendek,
yang mempunyai panjang 2 mikron dengan permukaan dinding yang berlendir.
Bakteri ini bisa membentuk rantai pendek dengan satuan 6-8 sel, bersifat non
motil dan dengan pewarnaan gram menunjukkan gram negatif. Bakteri Acetobacter xylinum mampu mengoksidasi
glukosa menjadi asam glukonat dan asam organik lain pada waktu yang sama. Sifat
yang paling menonjol dari bakteri itu adalah memiliki kemampuan untuk
mempolimerisasi glukosa sehingga menjadi selulosa. Selanjutnya selulosa
tersebut membentuk matrik yang dikenal sebagai nata (Nadiya, Krisdianto, Aulia
Ajizah, 2005).
Acetobacter xylinum mempunyai sifat
sensitif terhadap perubahan dari sifat fisik dan kimia lingkungan, dan ini akan
berpengaruh terhadap nata yang dihasilkan (Lapuz et al., 1967). Beberpa galur Acetobacter, terutama Acetobacter xylium mempunyai aktivitas
oksidasi lanjutan yang sangat lambat, mengubah asam asetat menjadi CO2
dan H2O secara aerobik melalui lintasan asam trikarboksilat (Carr
dan Passmore,1974).
Menurut
Valla dan Kjosbakken (1981); Thimann dan Kenneth (1955), bakteri Actobacter xylinum mempunyai aktifitas
dapat memecah gula untuk mensintesa selulosa ekstraseluler. Selulosa yang
terbentuk berupa benang-benang yang bersama-sama dengan polisakarida berlendir
membentuk suatu jalinan yang terus menebal menjadi lapisan nata. Dari
penelitian dengan menggunakan sinar X diketahui bahwa pola selulosa yang
dibentuk oleh bakteri Acetobacter xylinum
identik dengan struktur selulosa kapas.
Acetobacter xylinum mempunyai tiga enzim yang
aktif, yaitu enzim kinase, enzim ekstraseluler selulosa polimerase, dan enzim
protein sintetase. Enzim ekstraseluler selulosa polimerase aktif pada pH 4 yang
berfungsi untuk membentuk benang-benang selulosa (nata). Enzim protein
sintetase aktif pada pH 3-6 yang berfungsi untuk mengubah makanan yang
mengandung C, H, O, dan N menjadi protein (Mandel, 2004). Terbentuknya pelikel
(lapisan tipis nata) mulai dapat dilihat dipermukaan media cair setelah 24 jam
inkubasi, bersamaan dengan terjadinya proses penjernihan cairan dibawahnya.
Jaringan halus yang transparan yang terbentuk dipermukaan membawa sebagian
bakteri yang terperangkap di dalamnya .Gas karbondioksida yang dihasilkan
secara lambar oleh Acetobacter xylinum mungkin
menyebabkan pengapungan nata, sehingga nata terdorong ke permukaan (Schramm dan
Hestrin, 1954 di dalam Colvin , et al., 1977).
Menurut Whistler et al. (1976), polisakarida bakteri yang
dibentuk oleh enzim-enzim Acetobacter
xylinum berasal dari suatu prekursor yang berikatan β (1-4) yang tersusun
dari komponen gula yaitu glukosa, manosa, ribosa, dan rhamnosa. Prekursor dalam
pembentukan selulosa oleh Acetobacter
xylinum ialah UDPG (Urasil difosfoglukosa). Mekanisme pembentukan selulosa
oleh Acetobacter xylinum terlihat
pada gambar 1 berikut ini.
|
|
||||
Peningkatan
jumlah selulosa yang relatif cepat diduga terjadi akibat konsentrasi sel yang terus
berkembang di daerah permukaan yang langsung kontak dengan udara di dalam wadah
fermentasi. Pada kultur yang tumbuh, suplai oksigen dipermukaan akan merangsang
peningkatan massa sel dan enzim pembentuk selulosa, akibatnya akan meningkatkan
produksi selulosa (Schramm dan Hestrin, 1954 di dalam Colvin et al., 1977).
Berikut
adalah klasifikasi buah Nanas dan bakteri Acetobacter
xylinum beserta gambar bakteri Acetobacter
xylinum.
|
|
|||||||||
|
|
||||||||||
BAB 3 BAHAN DAN ALAT
3.1. Bahan
Ø
1
buah Nenas
Ø
Gula
pasir,
Ø
Kertas
Koran,
Ø
Asam
cuka,
Ø
Air,
Ø
Cairan
bibit atau kultur murni nata (diperoleh dari ampas nanas) dan Sebagai
alternatif bisa ditambahkan amonium phosfat (sumber nitrogen).
3.2. Alat
Ø
Pisau
stainless steel,
Ø
Timbangan
berkapasitas 3 kg,
Ø
Baskom,
Ø
Toples,
Ø
Loyang
plastik berukuran 26 x 20 x 10 cm3,
Ø
Talenan,
Ø
Panci,
Ø
Blender/pemarut,
Ø
Kompor,
Ø
Kain
saring, dan
Ø
Pengaduk.
BAB 4 CARA KERJA
4.1. Pembuatan Starter
1. Kupas Nanas matang sebanyak
satu buah, lalu cuci hingga bersih,
2. Potong kecil-kecil nanas
tersebut, masukan ke dalam blender (atau alat penghancur lainnya seperti
parutan),
3. Setelah dihancurkan, peras
air nanas dan saring,
4. Pakai ampas nanas hasil
saringan, lalu tambahkan gula pasir dan air dengan perbandingan ampas
nanas:gula pasir:air = 6:3:1
5. Aduk campuran tersebut sampai
rata, kemudian masukan ke dalam botol yang tertutup rapat.
6. Diamkan selama 2-3 minggu
sampai terbentuk lapisan putih di atas campuran tersebut. Simpan di dalam
temperatur kamar,
7. Bagian yang digunakan untuk
membuat nata adalah air dari campuran tersebut yang mengandung bakteri Acetobacter
Xylinum.
8. Apa yang anda hasilkan
biasa disebut sebagai starter atau bibit Acetobacter
Xylinum.
9. Untuk starter / bibit nata dimasukkan
ke dalam botol yang sudah disterilkan,
4.2. Pembuatan Nata de Pina
1. Hasil saringan dari nanas yang
sebelumnya dibuat starter ditambah gula 10 gram per liter dan sebagai alternatif
bisa ditambahkan Ammonium Phospat 10 gram per 5 liter untuk memperkaya
kandungan nitrogen dalam media, kemudian dididihkan lagi,
2. Masukkan ke dalam panci lalu dipanaskan
diatas kompor. Setelah mendidih biarkan 10 menit dan ditambah asam asetet
sebanyak 30 ml per liter atau sampai pH 4,5.
3. Setelah dingin atau 7 – 8 jam, masukkan cairan stater ke dalam loyang
atau botol sebanyak 20 % dan ditutup kembali. Loyang tersebut ditutup dengan
Koran yang sudah disterilkan misalnya dengan cara dijemur.
4. Biarkan selama 7 – 15 hari
(fermentasi), setelah terjadi penggumpalan dinamakan pelikel dipotong-potong
kecil, ditiriskan dan direndam dalam selama 2 – 3 hari untuk menghilangkan
asamnya. Selama perendaman air harus sering diganti,
5. Setelah
pemeraman selesai dengan terbentuk lapisan nata siap dipanen, lapisan nata
diangkat secara hati-hati dengan menggunakan garpu atau penjepit yang bersih
supaya cairan dibawah lapisan tidak tercemar. Kemudian cuci lalu peras dengan
kain saring ( agar tidak licin ), Iris dengan ukuran sesuai selera, lalu masak
dengan air sampai mendidih. Tiriskan dan peras lagi dengan kain saring, lalu
dimasak lagi. Pemasakan dilakukan sampai bau asam cuka hilang.
6. Potongan pelikel (nata) direbus selama
30 menit lalu ditiriskan.
Untuk lebih mengetahui alur pembuatan nata de pina , berikut diagram alir
proses pembuatan nata de pina.
|
|
|||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||
BAB 5 MANFAAT NATA DE PINA
Dalam pembuatan nata de pina bahan
yang digunakan yaitu dari limbah pengolahan buah nanas yaitu yang berupa kulit
buah nanas, empulur dan mata buah nanas. Buah nanas memiliki beberapa bagian
yang masih dapat dimanfaatkan diantaranya yaitu daging buah, jantung buah,
daun, crown dan batang buah. Daging buah dan jantung buah dapat dimanfaatkan
untuk buah kalengan dan cocktail. Daun dan crown digunakan kembali sebagai
pupuk organik sedangkan batang buah diambil zat bromealin untuk digunakan pada
kosmetik.
Nata merupakan selulosa yang
dibentuk oleh bakteri Acetobacter xylinum, berkalori rendah, kadar serat 2,5 %,
dan memiliki kadar air 98 %. Serat yang ada dalam nata tersebut sangat penting
dalam proses fisiologis, bahkan dapat membantu para penderita diabetes dan
memperlancar pencernaan makanan atau dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu
dapat dipakai sebagai sumber makanan. Nata
de pina juga merupakan sumber makanan
rendah energi untuk keperluan diet. Nata juga mengandung serat (dietary fiber) yang sangat dibutuhkan
tubuh dalam proses fisiologi. Produk ini dapat membantu penderita diabetes dan
memperlancar proses pencernaan dalam tubuh.
Kemudian dalam proses pembuatan Nata de pina diperoleh limbah cair
berupa air sisa pembiakan yang dapat digunakan untuk penyiraman pada tanaman.
BAB 6 KESIMPULAN
Pembuatan Nata de
pina dari Nanas memerlukan starter bakteri Acetobacter xylinum. Pembuatan starter
dengan cara menggunakan ampas nanas yang dicampur dengan gula karena bakteri Acetobacter xylinum tumbuh baik pada
medium gula sehingga bisa menghasilkan selulosa yang semakin tebal yang disebut
dengan nata.
Manfaat dari pengolahan Nanas
menjadi nata salah satunya baik bagi orang menjalankan program diet dan baik
bagi penderita diabetes karena nata mengandung serat yang tinggi dan rendah
kalori. Selain itu, pemanfaatan limbah nanas dapat mengurangi pencemaran
lingkungan. Maka dari itu, mengkonsumsi nata aman bagi kesehatan karena melauli
fermentasi mutu produkdapat ditingkatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2010. Pembuatan Nata Dari Mata Buah
Nanas. Diakses pada tanggal 5 Juli 2014. http://engineering-system.blogspot.com/2010/05/pembuatan-nata-dari-mata-buah-nenas.html
Anonim. 2012. Life
Cycle Assessment (LCA) (NATA de PINA Vs
NATA de COCO). Diakses pada tanggal 5 Juli 2014. http://informasiagroindustri.blogspot.com/2012/03/life-cycle-assessment-lca-nata-de-pina.html
Arsatmojo, Eribowo. 1996. Formulasi
Pembuatan Nata de pina.Diakses pada tanggal 5 Juli 2014. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/42607/cover_F96ear.pdf?sequence=2
Harahap,
Farhan Hanwari. 2010. Pembuatan nata de
pina. Diakses pada tanggal 5 Juli 2014. http://kamiitp08.blogspot.com/2010/10/pembuatan-nata-de-pina.html
Rocky.
2009. Sejarah, Klasifikasi dan Morfologi
Nanas. Diakses pada tanggal 5 Juli 2014. http://rocky16amelungi.wordpress.com/2009/08/26/74/